Apa Hebatnya Ahok ? Ahok Itu Penista Agama !



Oleh: Nasrudin Joha

Media lebai mengabarkan keluarnya Ahok dari penjara. Seolah, Ahok itu pahlawan yang Tertawan musuh, kemudian selebrasi besar-besaran dikumandangkan menyongsong kebebasannya. Publik disihir, dengan narasi Ahok layaknya pejuang yang terbebas dari hukuman. Padahal ?

Ahok itu cuma penista agama, dia baru selesai menjalani hukuman di penjara, tapi bukan penjara yang sesungguhnya. Cuma di rutan. Bukan lembaga pemasyarakatan. Dan kebenaran Ahok meringkuk di tahanan untuk menjalani seluruh masa hukuman, itu juga masih dipertanyakan.

Baru saja Ahok menista agama, menjalani hukuman, keluar sudah membuat seorang muslimah murtad dari agamanya. Dikabarkan, Ahok akan menikah dengan seorang muslimah yang demi cinta palsu sang penista agama, rela pindah agama (baca: murtad). Jadi, daya rusak Ahok bagi umat Islam memang luar biasa.

Mau dipoles dengan bedak citra setebal apapun, Ahok itu tetap lekat dengan label penista agama. Mau diubah sebutan dengan BTP, Ahok ya tetap Ahok. Ahok sang penista agama. Jadi, tidak usah bermimpi terjun ke dunia politik dan mendapat dukungan dari umat Islam.

Lagi pula, pahlawan dan pejuang itu ya seperti Ust ABB, yang tetap teguh setia terhadap Islam, meski harus terus meringkuk dalam tahanan. Menolak untuk tunduk, menolak untuk setia, kecuali hanya kepada Islam. Dituding teroris, tidak membuatnya melepaskan akidah Islam.

Jadi umat Islam wajib siaga, jangan sampai Ahok menista agama ini lagi. Dia bebas, itu haknya. Dia mau memperbaiki diri, itu kewajibannya. Tapi jika dia mau bermanis muka, meminta simpati dan dukungan umat Islam ? Jangan mimpi.

Inilah negeri tanpa syariat Islam, seorang muslimah murtad hanya demi menikah dengan mantan napi penista agama. Tidak ada yang mampu menjaga akidah umat, karena syariat Islam tidak diterapkan.

Syiar-syiar media, juga mengabarkan kekufuran. Bukannya meninggikan kalimat Islam, menjaga kemurniannya, media justru ikut aktif memasarkan 'kebebasan agama' untuk menjustifikasi perilaku riddah. Padahal, dalam Islam seorang Mukmin yang murtad sanksinya hukuman mati.

Perhatikan, apa yang akan dilakukan Ahok. Jika dia menuju kebajikan, biarkan saja. Tetapi jika dia bermanuver untuk menempuh kekuasaan, menyimpan dendam Kesumat kepada umat Islam, dan mencoba menampakan bulu domba untuk menyembunyikan tabiat musangnya, maka berhati-hatilah.

Tidak boleh ada lagi Snouck Hurgronje era ini. Semua wajib teliti dan periksa, dan segera memotong setiap tangan yang akan meraih kekuasaan dengan tujuan untuk menzalimi umat Islam.

Sekali lagi, Ahok itu pelaku kejahatan yang baru saja menjalani masa hukuman. Bukan kejahatan biasa, tetapi kejahatan menista agama. Bukan agama siapa-siapa, tetapi agama kita, agama umat Islam. [MO/ge]

Post a Comment

0 Comments